Bila dilihat dari nilai perjuangan, kesabaran dan ketabahan yang patut mendapatkan pahala paling bsar selama bulan ramadhan adalah orang desa yang menggantungkan hidupnya dari bertani. Betapa tidak di tengah hiruk pikuknya orang kota dalam menyiapkan lebaran dengan berbagai kegiatan borjuisnya, petani-petani desa itu pesawahannya sedang kering praktis tidak berproduksi. Jangankan mengairi persawahan untuk tanamanny untuk minum dirinya sendiri saja harus berjuang.
Di kota besar memang banyak uang beredar, orang yang bekerja di kota dengan mudah mendapatkan uang tanpa tergantung musim, membelanjakannya untuk keperluan hiduo sehari-hari juga bukan untuk keperluan sehari-hari tetapi sekedar memuaskan dirinya berbelanja. Tetapi juga bukan mutlak kesalahan orang kota kalau harus berlaku demikian, keadaan memungkinkan dan sangat memungkinkan untuk melakukan yang demikian. Demikianlah kehidupan orang kota, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu, untuk membunuh kebosanan, untuk memenuhi kesenangan diri tanpa batas. Pendeknya di kota tidak akan kahabisan kegiatan untuk dilakukan sehingga seolah waktu berjalan cepat dan semakin cepat.
Di desa yang bisa dilakukan tidak banyak, petani setelah musim tanam menunggu sampai tanaman tua untuk bisa di panen. Yang dilakukan menunggu..... bayangkan menunggu. Pekerjaan yang sangat berat meskipun mudah dilakukan, terlebih pada bulan puasa dimana selurugh orang diuji kesabaran untuk menunggu. Dan Allah menjanjikan pahala besar itu adalah untuk orang yang paling sabar menunggu...menunggu datangnya rahmat Allah. Dan itulah miliknya orang-orang desa dengan segala keterbatasan hidupnya, mereka tetap yakin dan optimis akan datangnya rahmat dari Tuhan. Subhanallah....
Rabu, 23 September 2009
Kamis, 27 Agustus 2009
Hari Ke-7
Inti dari ibadah puasa ramadhan adalah pengendallian diri. Mengendalikan apa saja, karena dalam diri kita selalu terbiasa melepaskan , membebaskan, membiarkan segalanya terpenuhi. Kita terlalu sering mengiyakan nafsu kita. Puasa ini untuk mempertimbangkan ulang sebelum mengiyakan apa yang dibisikkan nafsu kita.
Setelah tujuh hari berpuasa sudahkah kita mendapat pelajaran dari ibadah yang kita lakukan, sudahkah kita mulai mengerti bagaimana ternyata nafsu itu begitu menggelora dan setiap saat ingin dipenuhi. Nafsu makan dan minum, nafsu amarah, nafsu mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang sia-sia atau nafsu yang menyebabakan kita suka membuat orang lain menderita, nafsu yang menyebabkan dunia ini menjadi gerah.
Setelah tujuh hari berpuasa sudahkah kita mendapat pelajaran dari ibadah yang kita lakukan, sudahkah kita mulai mengerti bagaimana ternyata nafsu itu begitu menggelora dan setiap saat ingin dipenuhi. Nafsu makan dan minum, nafsu amarah, nafsu mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang sia-sia atau nafsu yang menyebabakan kita suka membuat orang lain menderita, nafsu yang menyebabkan dunia ini menjadi gerah.
Rabu, 19 Agustus 2009
Tentang Judul
Konstanta atau konstan mengandung pengertian tetap atau stabil. Sedangkan konstanta berarti tetapan, atau lebih sering diucapkan bilangan konstanta merupakan suatu tetapan/bilangan pembanding untuk melengkapi bentuk formula atau rumus sehingga formula menjadi benar. Dalam pelajaran fisika selalu digunakan konstanta untuk menyatakan sebuah rumus. Untuk menyatakan hubungan variabel yang yang satu dengan variabel yang lain dalam bentuk persamaan harus ada pembanding yaitu konstanta.
Pada pegas misalnya, pegas molor 5 cm bila digantungkan beban 50 gram, molornya 10 cm bila bebanya 100 gram, dan molornya 15 cm bila beban menjadi 150 gram. Dikatakan pertambahan panjang pegas dan besarnya beban sebanding, dengan bilangan pembanding adalah 10 maka sepulu disebut konstanta. Artinya disini besarnya beban sama dengan panjang molornya pegas jika dikalikan 10. Jadi kalau ditulis 50 = 5x10 , 100 = 10x10 , 150 = 15x10 sehingga dalam bentuk formula dituliskan m = d x 10 ( m = massa beban , d = molornya pegas dan 10 = konstanta)
Dalam fisika hampir setiap bentuk formula/rumus selalu disertai konstanta atau besaran yang nilainya tetap. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari kita bisa mengamati dan mncari sendiri hubungan antara nariabel satu dengan yang lain dan menyataknnya dalam bentuk formula dengan menyertakan suatu kosntanta
Pada pegas misalnya, pegas molor 5 cm bila digantungkan beban 50 gram, molornya 10 cm bila bebanya 100 gram, dan molornya 15 cm bila beban menjadi 150 gram. Dikatakan pertambahan panjang pegas dan besarnya beban sebanding, dengan bilangan pembanding adalah 10 maka sepulu disebut konstanta. Artinya disini besarnya beban sama dengan panjang molornya pegas jika dikalikan 10. Jadi kalau ditulis 50 = 5x10 , 100 = 10x10 , 150 = 15x10 sehingga dalam bentuk formula dituliskan m = d x 10 ( m = massa beban , d = molornya pegas dan 10 = konstanta)
Dalam fisika hampir setiap bentuk formula/rumus selalu disertai konstanta atau besaran yang nilainya tetap. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari kita bisa mengamati dan mncari sendiri hubungan antara nariabel satu dengan yang lain dan menyataknnya dalam bentuk formula dengan menyertakan suatu kosntanta
Langganan:
Postingan (Atom)